Kamis, 28 Februari 2013

keikhlasan hati

MENCINTAI bukan bagaimana kamu MELIHAT tp bagaimana MERASAKAN. Bukan bagaimana kamu MENDENGAR tp bagaimana MENGERTI.
~ Bebaskan dirimu dari belenggu masa lalu. Hiduplah hari ini tuk menciptakan masa depan yg lebih baik. Miliki hati, jadikan berarti.
~ Semua cobaan yang terjadi, terjadi atas kehendak Tuhan. Dan setiap kehendak Tuhan adalah untuk memuliakan.
~ Laksanakan perintah, menjauhi larangan, berserah dgn ikhlas. Maka Alloh akan menjaga, memelihara dan melindungi.
~ Dibalik setiap kesedihan, terdapat kebahagiaan. Serahkan segala urusan kepada Tuhan. Biarkan waktu dan kehidupan berjalan.
~ Jangan pernah menyesali apapun yang kamu lakukan dengan keikhlasan hati, sesuatu yang datang dari hati akan selalu berarti.
~ Wanita menangis bukan karena mereka lemah, namun karena mereka tak temukan kata tuk ungkapkan perasaan mereka.
~ Seorang yang bijaksana selalu mampu mengakui kesalahannya, mengambil hikmahnya dan berusaha keras memperbaikinya.
~Percayalah, hari ini akan lebih indah daripada kemarin jika kita mengawalinya dengan doa dan senyuman.
~ Sukses tak akan datang bagi mereka yg hanya menunggu tak berbuat apa-apa, tapi bagi mereka yg selalu berusaha wujudkan mimpinya

10 Cara Sederhana Menyegarkan Otak


Hasil penelitian mengungkapkan bahwa otak secara efektif bisa fokus dan konsentrasi hanya selama kurang lebih 25 menit saja, dan setelah itu ia akan mulai kehilangan fokus dan konsentrasinya. Kelelahan yang dialami seperti ini sama bahayanya dengan kelelahan fisik.

Seperti dilansir Lifemojo, seseorang perlu menyegarkan kembali pikiran dan otak agar bisa berfun...gsi secara optimal. Berikut 10 Cara Sederhana Menyegarkan Otak:

1. Mendengarkan musik yang menenangkan sangat bermanfaat sebagai sumber daya mental. Cobalah untuk mengosongkan pikiran lalu dengarkan musik bisa dari komputer atau melalui handphone.

2. Melakukan latihan atau aktivitas fisik bisa merangsang tenaga dan menyegarkan pikiran disamping manfaat kesehatan lainnya.

3. Tertawa merupakan obat yang paling baik untuk melawan kebosanan, karena meningkatkan suasana hati (mood) dan rasa kesejahteraan. Jadi cobalah menonton sesuatu yang lucu di televisi atau membaca komik untuk mendapatkan humor.

4. Melakukan latihan mental seperti melakukan mainan puzzle atau teka teki silang, karena otak sangat menyukai permainan seperti itu,
menyenangkan serta memeperkuat otak.

5. Melakukan sosialisasi, interaksi manusia bisa menjaga pikiran agar tetap segar, karenanya cobalah mengobrol atau berbicara dengan teman-teman mengenai suatu hal selain situasi yang dialami saat itu.

6. Tidur siang sejenak, hal ini tidak hanya menyegarkan pikiran tapi bisa menjadi fondasi yang kuat dalam hal produktivitas. Seseorang akan merasa jauh lebih baik dan lebih produktif setelah selesai tidur siang.

7. Mencium sesuatu yang menyenangkan, aroma seperti dari lilin aromaterapi atau bau secangkir kopi panas bisa memantu menyegarkan pikiran yang membuatnya dapat bekerja lebih baik.

8. Melakukan pemijatan, pijat adalah cara sempurna untuk meredakan ketegangan dan mengurangi stres, tak ada salahnya untuk mencoba berbagai jenis pemijatan pada hari yang berbeda.

9. Berendam di air hangat bisa membantu membuat otot dan pikiran jadi rileks, jika memungkinkan cobalah menambahkan garam mandi untuk membantu melembabkan kulit dan berbau harum.

10. Melamun, untuk jangka waktu singkat melamun bisa memberikan imajinasi dan menyegarkanpikiran, sehingga membuat seseorang bisa lebih fokus melakukan pekerjaan.

10 Langkah Meminimalisir Radiasi Handphone


10 Langkah Meminimalisir Radiasi Handphone



1. Batasi Penggunaan Waktu bicara

Biasakan untuk membatasi waktu bicara di handphone, paling tidak persiapkan terlebih dahulu materi untuk pembicaraan. Setelah dua menit Anda berbincang di handphone maka aktifitas natural electrical akan mulai meningkat ke otak.

2. Rentan Terhadap Anak-anak

Anak-anak tentu memiliki ketahanan fisik yang lebih lemah ketimbang orang dewasa, termasuk dalam hal radiasi handphone. Untuk itu biasakan Anak Anda untuk tidak terlalu sering memanfaatkan handphone untuk aktifitas voice. Tapi Anak-anak perlu juga diberi pemahaman untuk pemanfaatan handphone di kala darurat.

3. Manfaatkan Airtube Headset

Walau telah menggunakan headset bukan berarti Anda bisa terbebas dari efek radiasi. Salah satu solusi yakni manfaatkan airtube headset. Jenis headset ini dilengkapi lubang atau rongga pada speakernya.

4. Jangan Masukkan Handphone di Saku Celana

Material bahan di celana kadang dapat menjadi konduktor yang cepat untuk radiasi, ketimbang reaksi ke bagian kepala. Salah studi mengungkapkan posisi handphone di saku celana, terutama dekat lipatan paha bisa berpengaruh pada kualitas sperma hingga turun 30 persen. Ini bisa menjadi perhatian penting bagi para pria.

5. Jeda Saat Melakukan Panggilan

Saat Anda menggunakan handphone tanpa headset, tunggu beberapa saat sampai panggilan Anda terkoneksi ke jaringan operator, baru kemudian tempelkan telinga ke speaker. Sedikit banyak hal ini bisa mengurangi efek radiasi.

6. Jangan Gunakan Handphone di Elevator.

Elevator (Lift) telah menjadi standar fasilitas di gedung-gedung bertingkat. Elevator pun kini sudah banyak yang dilengkapi penguat sinyal oleh para operator. Namun ada pendapat untuk menunda bertelepon di dalam ruang metal tertutup, dalam hal ini adalah elevator dan kendaraan box. Alasannya aktifitas handphone dapat memicu hukum Faraday sehingga bisa menjebak radiasi yang dipancarkan dan di khwatirkan akibatnya berbalik ke pengguna.

7. Indikator Kekuatan Sinyal

Dikala ingin melakukan panggilan, sebaiknya perhatikan pula kondisi jaringan operator di layar handphone. Jika melakukan panggilan di saat sinyal lemah atau satu bar maka proses kerja handphone untuk terkoneksi ke jaringan operator bertambah berat. Ini juga membawa efek pada tingkat radiasi.

8. Gunakan Handphone dengan SAR Rendah

Setiap handphone yang beredar memiliki tingkat SAR (specific absorption rate) yang berlainan. SAR diartikan sebagai ukuran tingkat penyerapan energi dari RF (radio frequency) yang dapat masuk ke dalam tubuh. Semakin rendah tingkat SAR maka kian bagus handphone yang dimaksud. Indikator SAR umumnya sudah disertakan dalam buku manual pengoperasian handphone.

9. EMR Protection

Gunakan perangkat baik handphone ataupun lainnya dengan validasi EMR (Electric & Magnetic Radiation) protection. Salah satu yang mencuat saat ini seperti pemanfaatan bio energy dan Scalar Energy. Radiasi EMR dapat bersifat kumulatif pada tubuh Anda, wujud yang paling mudah dilihat yakni biological stress. Jadi sangat penting untuk menggunakan Pelindung Anti Radiasi.

10. Mengkonsumsi Suplemen

Radiasi dari perangkat Microwave di base station dapat mengurangi tingkat anti oxidant di dalam tubuh. Hal ini bisa menjadi ancaman, sebab anti oxidant diperlukan tubuh untuk perlindungan dan membawa pengaruh pada indikator stress, infeksi dan penyakit-penyakit lain. Untuk itu Anda perlu mengkonsumsi suplemen yang mengandung elemen Melatonin, Zinc, Gingko Biloba dan Bilberry Extract. Keempat elemen tersebut bisa meningkatkan anti oxidant, melindungi sel otak dan kesehatan mata.

Sumber : Fanspage Seputar Menambah Wawasan

Foto: 10 langkah hindari radiasi hp

~budayakan like~





1. Batasi Penggunaan Waktu bicara
Biasakan untuk membatasi waktu bicara di handphone, paling tidak persiapkan terlebih dahulu materi untuk pembicaraan. Setelah dua menit Anda berbincang di handphone maka aktifitas natural electrical akan mulai meningkat ke otak.

2. Rentan Terhadap Anak-anak
Anak-anak tentu memiliki ketahanan fisik yang lebih lemah ketimbang orang dewasa, termasuk dalam hal radiasi handphone. Untuk itu biasakan Anak Anda untuk tidak terlalu sering memanfaatkan handphone untuk aktifitas voice. Tapi Anak-anak perlu juga diberi pemahaman untuk pemanfaatan handphone di kala darurat.

3. Manfaatkan Airtube Headset
Walau telah menggunakan headset bukan berarti Anda bisa terbebas dari efek radiasi. Salah satu solusi yakni manfaatkan airtube headset. Jenis headset ini dilengkapi lubang atau rongga pada speakernya.

4. Jangan Masukkan Handphone di Saku Celana
Material bahan di celana kadang dapat menjadi konduktor yang cepat untuk radiasi, ketimbang reaksi ke bagian kepala. Salah studi mengungkapkan posisi handphone di saku celana, terutama dekat lipatan paha bisa berpengaruh pada kualitas sperma hingga turun 30 persen. Ini bisa menjadi perhatian penting bagi para pria.

5. Jeda Saat Melakukan Panggilan
Saat Anda menggunakan handphone tanpa headset, tunggu beberapa saat sampai panggilan Anda terkoneksi ke jaringan operator, baru kemudian tempelkan telinga ke speaker. Sedikit banyak hal ini bisa mengurangi efek radiasi.

6. Jangan Gunakan Handphone di Elevator.
Elevator (Lift) telah menjadi standar fasilitas di gedung-gedung bertingkat. Elevator pun kini sudah banyak yang dilengkapi penguat sinyal oleh para operator. Namun ada pendapat untuk menunda bertelepon di dalam ruang metal tertutup, dalam hal ini adalah elevator dan kendaraan box. Alasannya aktifitas handphone dapat memicu hukum Faraday sehingga bisa menjebak radiasi yang dipancarkan dan di khwatirkan akibatnya berbalik ke pengguna.

7. Indikator Kekuatan Sinyal
Dikala ingin melakukan panggilan, sebaiknya perhatikan pula kondisi jaringan operator di layar handphone. Jika melakukan panggilan di saat sinyal lemah atau satu bar maka proses kerja handphone untuk terkoneksi ke jaringan operator bertambah berat. Ini juga membawa efek pada tingkat radiasi.

8. Gunakan Handphone dengan SAR Rendah
Setiap handphone yang beredar memiliki tingkat SAR (specific absorption rate) yang berlainan. SAR diartikan sebagai ukuran tingkat penyerapan energi dari RF (radio frequency) yang dapat masuk ke dalam tubuh. Semakin rendah tingkat SAR maka kian bagus handphone yang dimaksud. Indikator SAR umumnya sudah disertakan dalam buku manual pengoperasian handphone.

9. EMR Protection
Gunakan perangkat baik handphone ataupun lainnya dengan validasi EMR (Electric & Magnetic Radiation) protection. Salah satu yang mencuat saat ini seperti pemanfaatan bio energy dan Scalar Energy. Radiasi EMR dapat bersifat kumulatif pada tubuh Anda, wujud yang paling mudah dilihat yakni biological stress. Jadi sangat penting untuk menggunakan Pelindung Anti Radiasi.

10. Mengkonsumsi Suplemen
Radiasi dari perangkat Microwave di base station dapat mengurangi tingkat anti oxidant di dalam tubuh. Hal ini bisa menjadi ancaman, sebab anti oxidant diperlukan tubuh untuk perlindungan dan membawa pengaruh pada indikator stress, infeksi dan penyakit-penyakit lain. Untuk itu Anda perlu mengkonsumsi suplemen yang mengandung elemen Melatonin, Zinc, Gingko Biloba dan Bilberry Extract. Keempat elemen tersebut bisa meningkatkan anti oxidant, melindungi sel otak dan kesehatan mata.


~nico~

IndiSchool

LAUNCING TELKOM INDONESIA


LAUNCING TELKOM INDONESIA
Sekarang saya akan posting tentang acara yang diadakan di SMK saya, yaitu SMK Insan Global. Acara ini adalah acara besar-besaran dan pertama kalinya untuk SMK Insan Global. Nama acaranya adalah Indischool.
Indiscool (Indonesia Digital School) adalah program dari Telkom untuk menunjang pendidikan pelajar sekolah, dengan dipasangkannya perangkat Wifi di sekolah-sekolah dengan pemakaian yang murah bahkan ada yang geratis.

Cara daftar Wifi gampang :
ketik indi<spasi>free untuk gratis 30 menit
ketik indi<spasi>1000 untuk 24 jam dengan tarif Rp 1000,00
ketik indi<spasi> 20000 untuk 30 hari dengan tarif Rp 20.000,00

 Selain itu acaranya juga seru abis. Ada lomba basket, membuat postingan diblog, dan ada juga lomba mengupload video ke Youtube, interview dan masih banyak lagi yang seru-seru.

Selain kita bisa bersaing dengan sehat, kita juga dapat tau bagaimana memposting blog, mengupload video ke Youtube. Yang pasti kalian ga akan gaptek bahkan akan menambah wawasan kalian tentang dunia IPTEK.

Selain lomba ada juga pertunjukan band-band dari sekolah kita dan juga pertunjukan exkul yang ada di SMK Insan Global. Selain untuk menunjukan kebolehannya dalam exkul, ini juga dapat menambah minat dari murid-murid SMK Insan Global.

“Jakarta Banget,” Mengupas Sisi Lain Kehidupan Jakarta

“Jakarta Banget,” Mengupas Sisi Lain Kehidupan Jakarta

REP | 15 June 2012 | 06:19 Dibaca: 861   Komentar: 23   2 inspiratif
13397079311296070538
Cover buku #JakartaBanget (dok. pribadi)
Membayangkan Jakarta sebagai kota metropolitan yang penuh dengan kata ambigu, dalam arti kehidupan yang glamor dan juga kumuh. Itulah dua sisi yang sedikitnya dapat dipetik oleh warga Jakarta sendiri maupun para pendatang.
Jakarta itu aneh, kota besar namun tampak kecil bagi orang-orang tertentu. Kota berpenduduk lebih dari sembilan juta jiwa ini, mempunyai daya tarik tersendiri. Mau yang putih, hitam bahkan abu-abu, semua tersedia dan serba ada di kota yang awalnya bernama Sunda Kelapa.
Menjelang hari ulang tahun (HUT) kota Jakarta ke 485, Rotary Club Jakarta Batavia, sebuah yayasan non profit bekerja sama dengan  Gerakan #PitaBiru menerbitkan sebuah buku untuk memperingati awal berdirinya kota Jakarta yang diperingati setiap tanggal 22 Juni.
Sejak awal April lalu, melalui beberapa media sosial seperti Facebook, Twitter dan Kompasiana yang pernah saya posting sebelumnya, Rotary Club Jakarta Batavia atau biasa disingkat dengan Rotary Jakarta. Mengajak  masyarakat luas untuk ikut serta dalam proyek pembuatan buku #JakartaBanget, yang hasil royalti penjualan buku tersebut akan disumbangkan untuk pendidikan serta pemberdayaan bagi penyandang cacat.
Tepat dua bulan kemudian, usai pengumpulan naskah dan proses seleksi, terdapat 47 penulis yang terdiri dari berbagai profesi. Mulai dari Ibu rumah tangga, dokter, wartawan, pengamat sosial, dosen, pegawai kantor, penulis buku, pengusaha dan lain-lain, serta blogger termasuk dari Kompasiana adalah saya dan Pak Rifki Feriandi.
Isi buku #JakartaBanget terbagi dalam dua kategori, yaitu non fiksi dan fiksi. Dalam kategori non fiksi yang berjumlah 28 tulisan, banyak bercerita tentang pengalaman hidup di Jakarta, baik sebagai warga asli maupun perantau.
Seperti dalam judul “Jakarta: Mimpi yang Terbeli”, karya dari seorang Guru bernama Anggi Hafiz Al-Hakam, yang menceritakan bagaiman ia meraih mimpinya saat memutuskan pindah dari kota Bandung yang sejuk ke Jakarta yang semrawut.
Atau kisah menakjubkan yang berjudul “Semua Ada, Termasuk Penjual Kerupuk Tuna Netra” dari Yenche Tukimin. Bagaimana tidak, di tengah kerasnya kota Jakarta, ternyata masih ada harapan untuk tetap bertahan, termasuk pada seorang penjual kerupuk yang sama sekali tidak bisa melihat (tuna netra). Dengan mengandalkan sebilah tongkat,  sang penjual itu meraba-raba trotoar demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga di rumamh…
Tidak ketinggalan sisi lain dari liarnya sebuah pertandingan sepakbola yang dapat berubah menjadi sebuah tragedi kehidupan. Selain bergerombolnya calo di sekeliling stadion yang menjerat calon penonton, juga soal masalah sepele yang berujung pada tawuran suporter. Catatan itu terekam dalam tulisan berjudul “PERSIJA, Macan Ibu Kota” yang dituliskan oleh Eka Rona Rachmah.
Lalu ada kisah inspiratif berjudul “Bu Minah” dari Pak Rifki Feriandi, yang menuliskan tentang sosok minoritas kaum urban yang berjuang di tengah gemerlapnya Jakarta pada diri seorang Bu Minah. Perempuan setengah baya yang mempunyai anak berusia 18 tahun yang dengan kasih sayang seorang Ibu, tetap digendongnya kemana pun pergi, karena sang buah hati menderita keterbelakangan mental. Meski harus berpeluh keringat akibat terik matahari, Bu Minah tetap memperlihatkan kekuatan mental dalam menghadapi kenyataan hidup yang keras di rimba beton Jakarta.
Kemudian ada sekelumit cerita dari Angkie Yudistia, yang berjudul “Melongok Pelajar Tuna Rungu di SLB” mengisahkan tentang kehidupan pelajar tuna rungu di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jakarta. Angkie, yang terlahir normal namun karena suatu keadaan membuatnya kehilangan indera pendengaran pada usia 10 tahun. Pencarian jati dirinya di kehidupan kota Jakarta, telah menemukan suatu komunitas tuna rungu yang bertempat di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.
Di kategori fiksi, banyak juga imajinasi dari 19 penulis untuk membayangkan kota Jakarta menjadi sebuah kota yang indah, makmur, aman dan terjamin. Beberapa diantaranya ada “DKI Jakarta 2024″, “Surat untuk Pak Gubernur”, dan tentang sedikit kisah lain dari bundaran HI dalam “Kencan di Tepi Kolam Patung Selamat Datang”.
*     *     *
Berawal dari mengumpulkan foto-foto yang terdapat di beberapa postingan Kompasiana, akhirnya saya bisa juga ikut serta untuk menulis di buku antologi ini. Yang akan launching pada tanggal 23 Juni mendatang untuk memperingati HUT Jakarta ke 485 sekaligus kegiatan bertema sosial.
Dapat berkolaborasi dalam buku “Jakarta Banget - Antologi Cerita Kehidupan di Jakarta”, bagi saya sendiri merupakan suatu nilai tambah sebagai seorang blogger (Kompasianer) pemula di Kompasiana. Setelah sebelumnya ikut serta dalam dua buku antologi bersama rekan Kompasianer saat menulis di event fiksi, Malam Prosa Kompasiana dan Fiksi Surat Cinta.
13397080351433296130
Sebuah artikel dengan beberapa foto dari Kompasiana